TIGA FASE
TURUNNYA KITAB SUCI AL-QUR’AN
بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ (21)فِي لَوۡحٖ مَّحۡفُوظِۢ (22)
Artinya, “Bahkan yang didustakan
mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh
Mahfuzh". (QS. Al-Buruj [85]: 21-22)
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ
فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ
Artinya, “(Beberapa hari yang
ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS.
Al-Baqarah [2]: 185) Ayat al-Quran di atas juga diperkuat hadits berikut,
فُصِلَ القُرْآنُ مِنَ الذِّكْرِ )أي: اللّوح
المحفوظ(، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ العِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ
جِبْرِيلُ عليه السّلام يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم
Artinya, “Al-Quran dipisahkan
dari ad-Dzikr (Lauhul Mahfudz) lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia.
Kemudian Jibril menyampaikannya kepada Nabi saw.” (HR. Hakim dalam
al-Mustadrak)
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ
(193)عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ (196)
Artinya, “Dia dibawa turun oleh
Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah
seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang
jelas." (QS. As-Syu’ara [26]: (193-195)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar