DALIL
PENSYARIATAN DAN KEUTAMAAN WAKAF
لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ
وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ.
“Kamu sekali-kali
tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan
sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka
sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS Ali Imran: 92).
Nabi
bersabda:
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا مَاتَ
الْإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٍ
جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Ketika
anak Adam mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu
yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR Muslim).
Syekh Khathib al-Syarbini menjelaskan:
والولد الصالح هو
القائم بحقوق الله تعالى وحقوق العباد ، ولعل هذا محمول على كمال القبول . وأما
أصله فيكفي فيه أن يكون مسلما ، والصدقة الجارية محمولة عند العلماء على الوقف كما
قاله الرافعي فإن غيره من الصدقات ليست جارية، بل يملك المتصدق عليه أعيانها
ومنافعها ناجزا. وأما الوصية بالمنافع وإن شملها الحديث فهي نادرة فحمل الصدقة في
الحديث على الوقف أولى.
“Anak
saleh adalah orang yang memenuhi hak-hak Allah dan hamba-hamba-Nya. Mungkin saja ini diarahkan kepada kesempurnaan
diterimanya doa. Adapun inti diterimanya doa, maka cukup anak yang muslim.
Sedekah jariyah diarahkan kepada wakaf menurut para ulama seperti yang
dikatakan imam al-Rafi’i, sesungguhnya selain wakaf dari beberapa sedekah tidak
mengalir pahalanya, bahkan pihak yang diberi sedekah memiliki benda dan
manfaatnya secara langsung. Adapun wasiat dengan beberapa manfaat meski
tercakup oleh hadits, akan tetapi jarang diterapkan. Maka mengarahkan sedekah
dalam hadits atas arti wakaf lebih utama” (Syekh Khathib
al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2 hal. 485).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar