HUKUM MENGONSUMSI IKAN BESERTA KOTORANNYA
HUKUM
MENGONSUMSI IKAN BESERTA KOTORANNYA
Rasulullah SAW bersabda tentang laut.
هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
Artinya, “Laut adalah suci menyucikan airnya. Halal bangkai binatangnya,”
(HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan disahihkan olehnya).
Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in
menegaskan.
وَنَقَلَ فِي الْجَوَاهِرِ عَنِ الْأَصْحَابِ لَا يَجُوْزُ
أَكْلُ سَمَكٍ مُلِحَ وَلَمْ يُنْزَعْ مَا فِيْ جَوْفِهِ أَيْ مِنَ
الْمُسْتَقْذَرَاتِ
وَظَاهِرُهُ
لَا فَرْقَ بَيْنَ كَبِيْرِهِ وَصَغِيْرِهِ لَكِنْ ذَكَرَ الشَّيْخَانِ
جَوَازَ أَكْلِ الصَّغِيْرِ مَعَ مَا فِيْ جَوْفِهِ لِعُسْرِ تَنْقِيَّةِ مَا
فِيْهِ
Artinya, “Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir mengutip dari kalangan Syafi’i
bahwa tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan asin yang tidak dibersihkan
kotoran-kotoran di dalamnya. Zhahir dari kutipan Al-Qamuli ini tidak membedakan
antara ikan besar dan kecil. Tetapi dua guru besar madzhab Syafi’i (Al-Nawawi
dan Ar-Rafi’i) menyebutkan, diperbolehkan mengonsumsi ikan kecil beserta
kotoran di dalam perutnya, sebab sulitnya membersihkan kotoran tersebut.”
Syekh Ahmad bin Umar As-Syathiri dalam Syarah Bughyatul
Mustarsyidin juz 1, halalaman 337 menegaskan.
وَقَدِ اتَّفَقَ ابْنَا حَجَرٍ وَزِيَادٍ وَ م ر وَغَيْرُهُمْ
عَلَى طَهَارَةِ مَا فِيْ جَوْفِ السَّمَكِ الصَّغِيْرِ مِنَ الدَّمِ وَالرَّوْثِ
وَجَوَازِ أَكْلِهِ مَعَهُ وَأَنَّهُ لَا يَنْجُسُ بِهِ الدُّهْنُ بَلْ جَرَى
عَلَيْهِ م ر الْكَبِيْرَ أَيْضاً (قوله في الكبير أيضا) وَاعْتَمَدَ ابْنُ حَجَرٍ
وَابْنُ زِيَادٍ عَدَمَ الْعَفْوِ عَمَّا فِيْ جَوْفِهِ مِنَ الرَّوْثِ لِعَدَمِ
الْمَشَقَّةِ فِي إِخْرَاجِهِ إِذَا كَانَ كَبِيْراً.
Artinya, “Ibnu Hajar, Ibnu Ziyad dan Ar-Ramli sepakat sucinya (dalam arti
ma’fu) darah dan kotoran ikan kecil dan diperbolehkan mengonsumsi ikan tersebut
beserta darah dan kotorannya serta tidak dapat menajiskan minyak. Bahkan
Ar-Ramli memberlakukan hukum tersebut untuk ikan besar juga. Sementara Ibnu
hajar dan Ibnu Ziyad tidak menghukumi ma’fu kotoran ikan besar, sebab tidak ada
masyaqqah (keberatan) dalam membersihkannya”.
Komentar
Posting Komentar