4 BAHAYA MAKANAN YANG TAK HALAL
4 BAHAYA
MAKANAN YANG TAK HALAL
Pertama, energi tubuh yang lahir
dari makanan haram cenderung untuk dipakai maksiat. Sahabat Sahl radhiyallahu
‘anhu mengatakan:
من أكل الحرام عصت جوارحه شاء أم أبى
“Siapa saja yang makan makanan yang
haram, maka bermaksiatlah anggota tubuhnya, mau tidak mau” (al-Ghazali, Ihya
‘Ulum al-Din, jilid 2, hal. 91).
Kedua, terhalangnya doa. Hal itu
berdasarkan pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat Sa‘d
radliyallahu ‘anhu.
يَا سَعْدُ أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ
مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ الْعَبْدَ
لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِي جَوْفِهِ مَا يُتَقَبَّلُ مِنْهُ عَمَلَ
أَرْبَعِينَ يَوْمًا
“Wahai Sa‘d, perbaikilah makananmu,
niscaya doamu mustajab. Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya
seorang hamba yang melemparkan satu suap makanan yang haram ke dalam perutnya,
maka tidak diterima amalnya selama empat puluh hari” (Sulaiman ibn Ahmad,
al-Mu‘jam al-Ausath, jilid 6, hal. 310).
Ketiga, sulitnya menerima ilmu
Allah. Ketahuilah ilmu adalah cahaya, sedangkan cahaya tidak akan diberikan
kepada ahli maksiat. Itu pula yang pernah dikeluhkan oleh al-Syafi‘i kepada
gurunya Imam Waki‘, sebagaimana yang populer dalam sebuah syairnya:
شكوت إلى وكيع سوء حفظي * فأرشدني إلى
ترك المعاصي وقال اعلم بأن العلم نور * ونور الله لا يؤتاه عاصي
Aku mengeluhkan buruknya hapalanku
kepada Imam Waki‘ Beliau menyarankan kepadaku untuk meninggalkan maksiat Dan
beliau berkata, ketahuilah ilmu ialah cahaya Sedangkan cahaya Allah tak diberikan kepada ahli maksiat
Keempat, ancaman keras di akhirat.
Bentuk ancamannya apalagi jika bukan siksa api neraka. Ancaman ini jelas
disampaikan dalam Al-Quran dan hadits. Di antaranya ancaman api nereka bagi
orang yang makan harta anak yatim dan harta riba.
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوالَ
الْيَتامى ظُلْماً إِنَّما يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ ناراً وَسَيَصْلَوْنَ
سَعِيراً
“Sesungguhnya orang-orang yang
memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api
sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala
(neraka), (QS al-Nisa’ [4]: 10).
Komentar
Posting Komentar