Cinta Tanah Air dari Al-Qur’an dan Hadits
Cinta Tanah
Air dari Al-Qur’an dan Hadits
Al-Jurjani dalam kitabnya al-Ta’rifat
mendefinisikan tanah air dengan al-wathan al-ashli.
اَلْوَطَنُ الْأَصْلِيُّ هُوَ مَوْلِدُ الرَّجُلِ وَالْبَلَدُ
الَّذِي هُوَ فِيهِ
Artinya; al-wathan al-ashli yaitu tempat
kelahiran seseorang dan negeri di mana ia tinggal di dalamnya. (Ali Al-Jurjani,
al-Ta’rifat, Beirut, Dar Al-Kitab Al-Arabi, 1405 H, halaman 327)
1.
Dalil Cinta Tanah Air Dari Al-Qur’an
Salah satu ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil cinta tanah air
menurut penuturan para ahli tafsir adalah Qur’an surat Al-Qashash ayat 85:
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى
مَعَادٍ
Artinya: “Sesungguhnya (Allah) yang
mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an benar-benar akan
mengembalikan kamu ke tempat kembali.” (QS. Al Qashash: 85)
2. Dalil Cinta Tanah Air dari Hadits
Berikut ini adalah hadits-hadits
yang menjadi dalil cinta tanah air menurut penjelasan para ulama ahli hadits,
yang dikupas tuntas secara gamblang:
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ
أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ....... وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى
فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ .
Artinya: “Diriwayatkan dari sahabat
Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding
madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka
beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah.
(HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).
Komentar
Posting Komentar